Kamis, 10 Januari 2013

Cinta Karena Perbedaan, Why Not ....

Sebagai awal pembuka tulisan ini, aku merasa sangat berat, bimbang dan penuh keraguan untuk melakukannya. Lama aku merenungkan diri apakah layak menceritakan kisah yang aku rasakan saat ini. yang nantinya akan dibaca oleh banyak orang. Pada akhirnya setelah melakukan shalat dan sujud memohon ampunan kepada Allah SWT, jadi juga kisah ini aku tuangkan sebagai bahan perenungan diri.
Aku berasal dari keluarga muslim yang taat, dalam keluarga aku anak pertama tetapi dengan saudara-saudaraku beda ayah. Mereka, adik-adikku menghargaiku sebagai seorang kakak. Ok. Hanya sekilas itu aja info tentang keluargaku karena aku tidak terlalu ingin menceritakan tentang bagaimana kehidupan ayah, ibu dan kami kakak beradik yang lima orang. Aku hanya ingin menceritakan kisah cintaku. Wooow lagi lagi soal cinta, memang tak ada habisnya membahas soal cinta baik itu cinta Kepada Tuhan-Nya, kepada sesama dan dan kisah cinta diantara 2 manusia lawan jenis. Hmmmmmm (mulai deh ngomong lebay)
Ok simak dan baca dengan cermat ceritanya, Awal mulanya adalah ketika aku  menjalinan hubungan kasih asmara dengan seorang pria X yang memeluk agama berbeda dengan agama yang dianut oleh keluarga kami. Hubungan itu, semakin lama semakin intens dan penuh dengan lika liku. Kita sering berdiskusi soal agama, kehidupan dan sebagainya.
Terus terang aku belum terlalu banyak bercerita soal hubunganku dengan pria X pada orang tuaku. Kenapa???  Pertama aku harus mempersiapkan mental mereka (keluargaku) bahwa perbedaan itu bukan suatu penghalang dalam ikatan rumah tangga, kedua jika aku cerita dengan tanpa mempertimbangkan perasaan keluargaku, alhasil akan ditolak, karena perbedaan agama di dalam agamaku tidak meperbolehkan wanita muslimah menikah dengan laki-laki non muslim. Ketiga, aku akan dianggap tidak patuh kepada orang tua kami. Dan mereka tetap tidak akan merestui hubungan kami. Tetapi aku tetap menjalani hubungan ini dengan rasa ikhlas dan  percaya diri karena menganggap jika Allah tidak mengijinkan hubunganku dengan pria X kenapa kami dipertemukan dan tetap menjalin hubungan sampai sekarang ??? padahal dalam lika liku kami selama berta’aruf banyak rintangan yang kita jalani.
Dia adalah lelaki yang tak terlalu tampan, tetapi mempunyai sesuatu yang membuatnya disukai banyak wanita. Selalu terlihat ceria, mengagumi wanita dan cinta. Bukan sosok yang menonjol, tetapi cukup mengena di beberapa hati wanita yang kenal baik dengannya. Menurut aku bukan playboy, yang membuat wanita terluka, dia hanya suka intim dengan wanita. Kadang bagi beberapa orang, dia terlihat sangat menikmati itu semua. Akan tetapi dibalik itu semua, dia adalah lelaki yang patah hatinya. Suatu saat dimana dia sangat menikmati keintimannya dengan seorang wanita, dimana dia sangat mantap akan cintanya, akhirnya dia terbentur pada suatu pilihan, antara Tuhan dan Wanita. Sebuah pilihan yang tak begitu susah bagi saya dan anda.
Anda dengan sangat gampang akan memilih Tuhan. Sebuah pilihan logis dari masyarakat berketuhanan yang maha esa. Tuhan adalah sebuah pilihan super logis. Dia lah sang pemberi nikmat dan masa depan. belum lagi lingkungan dan keluarga yang pasti akan mencemooh dan meninggalkan jika tak memilih Tuhan.
Sedang bagi saya pun, pilihan itu tak terlalu sukar. Saya, yang masih berjiwa muda meski usia bukan muda, yang masih sangat jauh dari maut (baca: Lansia), dan menyukai kedamaian dan ingin pasangan yang membuat hati damai, sudah tentu menjadi wanita pilihan (Ge Er euy). Sebuah logika bagi saya. Jodoh adalah pemberian Tuhan. Jika laki-laki itu cinta saya, maka itu adalah kehendak Tuhan agar saya memilih laki-laki itu.
Akan tetapi, lelaki itu berbeda dengan saya dan anda. Dibalik keceriaannya, dia menyimpan hatinya yang patah. Hati yang tak bisa memilih diantara Tuhan dan wanita yang dia cintai. Saya pun menjalin hubungan berbeda keyakinan menjadikannya tak mempunyai harapan dimata masyarakat agama saya. Ditinggalkan keluarga dan lingkungan, Terinspirasi dari lelaki itu, menurut saya kisah cinta antara keyakinan yang berbeda memang sering berakhir menyedihkan. Tetapi bukan berarti tanpa jalan keluar. Banyak pasangan berbeda keyakinan yang berakhir pada pernikahan yang bahagia. Cinta beda agama hanya terlalu rumit dan membutuhkan pengorbanan yang sangat besar.
Sebenarnya pun negara tak melarang warganya yang berbeda agama untuk menikah, yang penting tercatat dalam catatan sipil. Larangan sebenarnya datang dari agama itu sendiri. Akan tetapi, yang menjadi permasalahan catatan sipil tak akan mencatat jika agama belum menyetujui. Walaupun begitu, masih ada harapan.
Kekasih yang berbeda keyakinan yang hendak melanjutkan ke jenjang pernikahan biasanya harus ada yang mengalah, setidaknya untuk sementara. Menikah dalam salah satu agama, dan setelah di sahkan catatan sipil, biasanya akan kembali kepada keyakinan masing-masing. Atau, dapat pula menikah menurut agama mempelai pria terlebih dahulu, setelah itu mnurut agama mempelai perempuan. akan tetapi menikah dua kali agaknya terlalu merepotkan.
Pengesahan catatan sipil memang dapat disiasati. Tetapi apakah iya, aturan agama akan dilanggar begitu saja? Semua tergantung yang akan menjalaninya, berbeda keyakinan bukanlah akhir segalanya, hanya memerlukan pengorbanan yang lebih dan lebih besar lagi.
MENURUT SAYA sebagai PENULIS TERHADAP KISAH NYATA PENULIS
Berangkat dari kisah nyata yang terjadi di atas, dan sebagai maksud mencari pembelajaran untuk diri sendiri tentang perkawinan beda agama khususnya antara wanita muslimah dengan pria yang tidak seiman (NON muslim) maka berikut ini penulis menurunkan tulisan tentang penelusuran penulis terhadap Al Qur’an guna mengetahui hukum-hukum Allah yang diberlakukan untuk pernikahan beda agama khususnya PERNIKAHAN BEDA AGAMA ANTARA WANITA MUSLIMAH DENGAN PRIA NON MUSLIM, dengan mengingat penulis merasa perlu melindungi anak-anak penulis kelak , yang Insya Allah bila penulis masih memiliki umur, akan menjadi wali dipernikahan anak-anak penulis
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - --
Guna mendapat petunjuk dan pencerahan yang benar, yang pertama penulis lakukan adalah berpedoman kepada Al Qur’an dan Hadits, hal ini sesuai dengan keimanan penulis.
Berikut ini penulis mengkutip ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang pernikahan beda agama, sebagai berikut:
(1) QS. al-Mai’dah (5) : 5
QS. al-Mai’dah (5) : 5
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.
Mengacu kepada buku-buku yang berisikan pandangan para ulama, menyebutkan bahwa QS. al-Mai’dah (5) : 5 hanya berbicara tentang bolehnya laki-laki muslim menikahi wanita dari kalangan ahli kitab, dan sama sekali tidak menyinggung hal yang sebaliknya.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka pada QS. al-Mai’dah (5) : 5 tidak akan ditemukan pembahasan tentang pernikahan beda agama antara seorang wanita muslimah dengan pria/laki-laki NON muslim.
Dan bagi penulis dan atau siapa saja yang ingin mencari rujukan tentang pernikahan beda agama antara seorang wanita muslimah dengan pria/laki-laki NON muslim, hendaknya jangan mengacu kepada QS. 5:5, karena dalam QS. 5:5 tidak akan ditemukan/tidak didapati pembahasan tentang pernikahan beda agama antara seorang wanita muslimah dengan pria/laki-laki NON muslim.
Jadi, penulis menyarankan kepada diri sendiri untuk menghentikan atau “STOP” pencarian rujukan untuk pernikahan beda agama antara wanita muslimah dengan pria/lelaki NON muslim,
KARENA : DALAM QS. al-Mai’dah (5) : 5 TIDAK ADA PEMBAHASAN TENTANG PERNIKAHAN BEDA AGAMA ANTARA SEORANG WANITA MUSLIMAH DENGAN SEORANG PRIA NON MUSLIM.
Jadi sama artinya bagi penulis bahwasanya QS. al-Mai’dah (5) : 5 tidak mungkin menjadi rujukan untuk mengetahui hukum Allah atas pernikahan beda agama antara seorang wanita muslimah dengan seorang pria NON muslim.
Penulis kemudian jadi berpikir:
“Bagaimana mungkin ada orang yang menggunakan QS. al-Mai’dah (5) : 5 sebagai acuan dalam pembahasan pernikahan beda agama antara seorang wanita muslimah dengan seorang pria/laki-laki NON muslim ???”
Sedangkan dalam QS. al-Mai’dah (5) : 5 tidak dibahas tentang pernikahan beda agama antara seorang wanita muslimah dengan seorang pria/laki-laki NON muslim.
Sungguh tidak masuk logika bila ada orang yang menggunakan QS. al-Mai’dah (5) : 5 sebagai acuan dalam pembahasan pernikahan beda agama antara seorang wanita muslimah dengan seorang pria/laki-laki NON muslim.
Terlebih kemudian orang tersebut menggunakan QS. al-Mai’dah (5) : 5 sebagai pembenaran atas kesimpulan yang dirumuskan orang tersebut.
Aneh, entah apa maksud sebenarnya dari orang tersebut dengan artikelnya.
Karena, dalam QS. al-Mai’dah (5) : 5 penulis tidak menemukan pembahasan tentang pernikahan beda agama antara seorang wanita muslimah dengan seorang pria/laki-laki NON muslim.
Maka, penulis melanjutkan pencarian rujukan berdasar Al Qur’an yang membahas tentang pernikahan beda agama antara seorang wanita muslimah dengan seorang pria NON muslim.
QS. al-Mumtahanah (60) : 10
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami-suami) mereka mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya diantara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Dalam QS. al-Mumtahanah (60) : 10 , akhirnya penulis menemukan yang penulis cari yaitu tentang hukum yang diberlakukan Allah untuk pernikahan beda agama antara Pria/laki-laki Muslim dengan Wanita NON Muslim dan hukum yang diberlakukan Allah untuk pernikahan beda agama antara Wanita Muslimah dengan Pria/laki-laki NON Muslim.
Mohon Maaf kepada semua pihak, dikarenakan penulis hanya mengkhususkan pencaharian kepada pernikahan beda agama antara seorang Wanita Muslimah dengan Pria/laki-laki NON Muslim, maka penulis juga hanya menuliskan hasil penelusuran penulis terhadap pernikahan beda agama antara Wanita Muslimah dengan Pria/laki-laki NON Muslim.
Para ulama sebagaimana banyak ditulis dalam buku-buku yang dapat dijadikan referensi , dengan berdasar kepada QS. al-Mumtahanah (60) : 10 sama sepakat bahwasanya
Pernikahan Beda Agama antara seorang Wanita Muslimah dengan Pria/laki-laki NON Muslim adalah DIHARAMKAN oleh ALLAH”
Sebagaimana dengan sangat jelasnya difirmankan Allah dalam QS. al-Mumtahanah (60) : 10
(3) QS. al- Baqarah (2) : 221
QS. al-Baqarah (2) : 221
Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
Dalam QS. al-Baqarah (2) : 221 , penulis menemukan yang penulis cari yaitu tentang hukum yang diberlakukan Allah untuk pernikahan beda agama antara Pria/laki-laki Muslim dengan Wanita NON Muslim dan hukum yang diberlakukan Allah untuk pernikahan beda agama antara Wanita Muslimah dengan Pria/laki-laki NON Muslimah.
Mohon Maaf sekali lagi kepada semua pihak, dikarenakan penulis hanya mengkhususkan pencaharian kepada pernikahan beda agama antara seorang Wanita Muslimah dengan Pria/laki-laki NON Muslim, maka penulis juga hanya menuliskan hasil penelusuran penulis terhadap pernikahan beda agama antara Wanita Muslimah dengan Pria/laki-laki NON Muslim.
Para Ulama sebagaimana banyak ditulis dalam buku-buku yang dapat dijadikan referensi, dengan berdasar kepada QS. al-Baqarah (2) : 221 juga sama sepakat bahwasanya :
Pernikahan Beda Agama antara seorang Wanita Muslimah dengan Pria/laki-laki NON Muslim adalah DIHARAMKAN oleh ALLAH”


AKHIRUL KALAM
Penulis berharap dan memohon pertolongan Allah , agar penulis selanjutnya diberi kekuatan iman agar dapat tetap menjaga diri dan keluarga penulis sekarang ini, termasuk anak-anak penulis kelak dari siksa api neraka.
Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. at-Tahrim (66) : 6)

Selasa, 13 Desember 2011

Senyumku senyum Anda begitu indah, Coba liat aja Sendiri....

Yach ... memang bukan hal yg utama, namun pujian untuk anda adalah yang menjadi pembuka dalam tulisan kali ini. Mengapa? tidak lain dan tidak bukan adalah untuk berbagi kebahagiaan, semangat, motivasi dan optimis dalam menghadapi setiap tantangan. Ceileeh sedang merayu ...???, jawabnya kurang lebih seperti itu, karena tersenyum bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan oleh siapa saja. Coba perhatikan sahabat kita, orang tua atau bahkan diri kita sendiri yang dalam tekanan, target pekerjaan atau tugas sekolah/kampus, sungguh tersenyum adalah sesuatu yang cukup mahal. Senyum Anda begitu indah ... berkacalah dan percayalah !!!


Sebuah pengalaman menarik ingin saya bagikan. Beberapa waktu yang lalu, sebagaimana orang yang ingin senantiasa mengendalikan rasa "Percaya diri" (anda juga kan..???), saya mencoba untuk mengabadikan beberapa momen penting lewat foto, yach ... foto saya sendiri (narsis deh) dan foto teman-teman. Anda tahu apa yang terjadi?, aneh memang ... tapi ini harus diungkapkan sebagai bahan uji coba. Dari sekitar 50-an foto dokumentasi, hanya 10-15% gambar wajah yang tersenyum dengan sempurna, yang lainnya ...???, setelah diperhatikan sekilas, sebagian besar menggambarkan suasana jiwa/hati/wajah senyum yang samar, dibuat-buat, sangar atau bahkan berwibawa plus menakutkan, hehehehe .... (sengaja didramatisir). Intinya serius habisss dah ... padahal udah dipaksa senyum, sampe lelah tukang fotonya untuk bilang "Senyum dong ....". (maafkan daku, wahai temanku sang fotografer).


Dalam kesempatan yang lain, ketika pernikahan saudara kami, sebagai tuan rumah menggantikan posisi Sang Abah ..., mau tidak mau harus senyum selama seharian. Yach .. dimulai ketika acara walimah pada sekitar jam tujuh pagi, kemudian dilanjutkan acara resepsi hingga jam 12 siang, kemudian terima tamu kondangan hingga jam 10 malam. Praktis ... wajib menarik pipi kiri dan pipi kanan, dengan memperlihatkan putih gigi micky mouse dan alis huruf "N" yang agak datar. Anda pernah merasakannya ...???, Wow ... capek banget, walhasil sebelum tidur ... mijit-mijit pipi dan sekitar wajah yang beku hampir tak berasa. (hmmm ....).

Dari sini sedikit dapat diungkapkan, bahwa senyum ... secara fisik bukanlah hal yang cukup mudah untuk sebagian dari kita. Perlu latihan ..., perlu keikhlasan ..., perlu alasan ..., bahkan perlu kekuatan hati. Bagaimana meraihnya ...???, tentu jawabnya bisa beragam, sesuai dengan pengalaman dan sudut pandang kita. Namun ada beberapa masukan yang ingin saya bagi, sederhana memang ... berawal dari mengetahui manfaat dan khasiat senyuman yang kita miliki. Penasaran? ... (sama saya juga ). Wehehehe. Lebay deh.

Senyuman Simbol persahabatan
Pernah berkunjung ke Bank? ... atau instansi lain dengan fasilitas pelayanan yang professional?, yach ... di sana dengan sangat mudahnya kita temukan sebuah senyuman, bahkan dari seorang aparat keamanan (yang terhormat bapak/ibu satpam) yang notabene tegas menjaga eksistensi sebuah peraturan. Apa yang kita rasakan?, jujur ... kami merasa nyaman, meski harus bayar lebih mahal... bukanlah masalah besar, bukankah demikian?. mengapa demikian?..., dalam sudut pandang sederhana, dapat ditangkap bahwa senyuman adalah simbol persahabatan, bukankah sebagai sahabat kita rela untuk berkorban. Contoh kecil ketika kita membeli suatu barang, hampir semua orang yang saya temui akan memilih membelinya di tempat orang yang sudah dikenal (sahabat/memiliki nilai persahabatan), meskipun dengan harga yang lebih mahal (100 atau 200 rupiah).

Lebih dari itu, terdapat logika dan pendekatan lain yang bisa dilakukan. Coba perhatikan anjuran nabi "Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah ..." (HR.Bukhori). Dalam "matan" hadits tersebut disebut dua buah kata indah, yakni senyum dan sedekah. Senyum memiliki nilai sedekah, yang mana sedekah (sebagai sebuah pemberian secara ikhlash) tersendiri merupakan sesuatu yang dapat bernilai dengan berlipat-lipat ganda, sebagaimana kita mengeluarkan sebagian harta kita.
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:261).

Nilai yang berlipat ganda dari sebuah senyuman ternyata tidak hanya pahala di sisi Alloh. Secara kasat mata kita bisa melihat kebesaran Alloh dalam firmanNya (QS. 2:261). Yakni ketika seorang pedagang, pengusaha, tenaga pengajar atau staff keamanan menunaikan tugasnya dengan senyuman, niscaya konsumen atau pengguna jasa mereka akan lebih merasakan sebuah nilai penghargaan, kepuasan pelanggan atau bahkan kedekatan dan loyalitas terhadap individu ataupun perusahaan. Hal ini tentu menjadi sebuah magnet tersendiri yang secara tidak langsung menarik klien untuk kembali, bekerjasama lagi. senyum ..., sedekah dengan ribuan berkah.

Senyuman membantu dalam berkonsentrasi
Ilmu ini kami dapatkan dari kitab "kaifa tahfadz al-Quran al-karim fi syahr" yang disususn oleh amjad qosim. Dalam bab seni mengonsentrasikan pikiran, Beliau mengenalkan kepada kita tentang metode "tersenyum" dalam mewujudkan konsentrasi yang maksimal. Hal ini dimulai dari adanya aktifitas otak kita yang terus menerus secara natural, berjuta-juta hal terkandung di dalamnya yang saling mengisi setiap sel, setiap waktu dan setiap gerakan. Ketika sebuah permasalahan telah terselesaikan, tidak pelak akan diganti dengan hal lain yang telah menunggu antrian. Oleh karenanya diperlukan kendali berupa pikiran positif, optimis, menyenangkan dan menggembirakan. Bermula dari senyuman. Ingin tahu bagaimana caranya?, mari kita simak ungkapan amjad qosim berikut ini.
"Tersenyumlah untuk mendapat karunia Alloh!, tersenyumlah untuk mendapat anugerah Alloh!, tersenyumlah untuk mendapatkan kedermawanan Alloh!, tersenyumlah untuk mendapatkan kenikmatan dari Alloh!, tersenyumlah untuk mendapatkan cahaya Al-Quran yang ada di hadapanmu! tersenyumlah karena Alloh telah memilihmu untuk menjadi seorang penghafal alQuran!, Tersenyumlah dan tersenyumlah ...."

Apa maksud dari ungkapan di atas?. di sana amjad Qosim menganjurkan kepada para penghafal alQuran untuk memulai aktifitas(menghafal alQuran)nya (yang secara kasat mata begitu berat) dengan tersenyum. Sebagai bentuk optimisme, cita-cita yang tak ternilai harganya, penangkal pikiran-pikiran negatif, bahkan minder.

Secara lebih umum, dapat ditarik sebuah garis merah, bahwa konsentrasi akan lebih mudah diraih ketika kita bisa menanggalkan pikiran negatif, pesimis dan bayangan semu tembok besar sebuah hambatan. Tersenyumlah ..., dan bayangkan bahwa usaha anda akan meraih hasil yang luar biasa, tersenyumlah ...., dan bayangkan bahwa hasil belajar anda akan memaksimalkan nilai indeks prestasi anda, Tersenyumlah, .... dan bayangkan bahwa jerih payah anda akan Indah pada saatnya. Senyuman anda adalah sebuah jalan tol bagi ide-ide kreatif, senyuman anda adalah jalan tol bagi solusi sebuah persoalan, senyuman adalah jalan tol bagi persahabatan, rejeki dan kebahagiaan abadi dengan Ridlo Ilahi. Indah bukan ....?????. InsyaAlloh.

Siapapun dan Apapun posisi anda, Senyum Anda begitu indah ... berkacalah dan percayalah.
NB. agar tidak "kaburo maqtan 'indallohi an taqulu ma laa taf'alun", saya telah menerapkan metode di atas, walhasil ... Anda bisa nilai sendiri, hehehehe.

Arsip Populer

 
Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

© Copyright 2011. All Right Reserved by Pondok Pengetahuan | Designed by Free Blogger Templates | Premium Wordpress Themes | Coupons Code | Free Icons